Tuesday, 5 August 2014

Berharap ini mimpi

Rintik hujan yang jatuh
bersamaan dengan gemuruh
hatipun selalu jenuh
saat aku tahu itu tak akan utuh

Perasaan yang kini mati
terasa perih luka dihati
aku harap ini hanya mimpi
mimpi yang tak pernah terjadi

Terlalu jauh aku rasakan
namun tak juga ku dapatkan sebuah pengharapan

Dulu

Tak pernah bisa melupakanmu
melupakan kamu yang dulu
dulu mencintai aku
dulu yang menyayangi aku

Aku mencintai kamu
kamu yang dulu
manis bagaikan madu
madu yang tersimpan dalam hatiku meski itu dulu

Dimana yang dulu

Yang dulu hanya untuk dikenang
terbalur cintai dalam hatimu
indahnya hatiku saat memelukmu
namun semuanya bisa dikenang

Yang kini hanya bisa aku rasakan
perih hatiku saat kau sakiti
perihnya hatiku tak akan terobati
saat kau tak mampu ada disaat ini

Dimanakah dirimu yang dulu
sesalu menemani hari-hari bahagiaku

Sampai kapan

Saat malam telah tiba
aku merasa kesepian
hanya bintang yang menemani
dalam kesendirian

Tak ada lagi kekasih yang
menemanio aku disini
untuk melihat bintang-bintang
yang bertaburan dilangit

Sampai kapan aku harus menahan
kerinduan ini yang semakin merasuk
sampai kapan aku harus menunggu
kehadiran dirimu dalam hidup ini

Rindu setengah hati

Pernahkah kau rasakan
apa yang aku rasakan
pedihnya hati
yang telah kau berikan

Rindu yang hanya selalu
rindu setngah hati
kini tak akan lepas
dari rasa benci ku

Kau acuhkan lagi
tak pernah pernah perdulikan
saat semua hanya bayangan
tak pernah tampak jelas dimatamu

Jangan Menangis Lagi

Ketika kesedihan menerpamu
datang disaat hatimu lemah
diam yang hanya kini bisa kau lakukan
tanpa ada kata yang dapat mengertimu

Tertahan akan perasaan yang kau rasakan
hingga luapan tangis kau dapati
mengalir perlahan di pipimu yang indah
hingga jatuh dan bumi merasakan itu

jangan menangis lagi
kau akan kuat akan rintang ini
kau mampu tegar dan tersenyum
hingga senyummu menjadi bunga untuk dunia yang kau jalani

Bidadari tak bersayap

Hanya manusia bodoh melakukanya
merasakan hal yang tak nyata
berharap dalam genggaman kosong
bermimpi akan kepalsuan hidup

Nyata kini tak akan tampak
bayang tak sedikit terlintas
ketika hanya mampu untuk berdiam
akankah terbangun dari hal ini

Memadangmu dikejauhan
menatap kosong ditujuan
melihat sosok indah
bagai bidadari tak bersayap

Senyumnya begitu lembut
menghayutkan akan dilema
rasa bahagia ketika bersamamu
akan ku simpan bersama jalanku